teman sejatiPengkhotbah 4:9-10

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”

 

Salah satu problem emosional yang paling umum dihadapi oleh banyak orang adalah kesepian. Orang rela melakukan apa saja supaya bisa mendapat teman dan mengobati masalah kesepian mereka. Faktanya adalah semua orang perlu teman. Bahkan Tuhan juga punya teman, yaitu Abraham (2 Taw 20:7), Lazarus (Yoh 11:11), pemungut cukai dan orang berdosa (Mat 11:19). Waktu Adam sendirian di Taman Eden, Tuhan berkata, “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri” …dan Tuhan menciptakan Hawa. Kita semua diciptakan untuk berteman, tetapi pertemanan yang sejati tidak terjadi secara kebetulan, tetapi sengaja diusahakan, dikembangkan, direncanakan, dipelihara. Ada 5 prinsip dalam Kitab Amsal bagaimana caranya membangun pertemanan sejati.

 

Pertama, untuk membangun pertemanan sejati, kita harus punya komitmen (Amsal 18:24).

Seringkali kita lebih fokus ke kuantitas, bukan kualitas. Kalau kita ingin membangun pertemanan sejati, maka dibutuhkan suatu komitmen. Tuhan memberikan kepada kita gereja untuk menjadi suatu keluarga dan kelompok kecil adalah tempat untuk membangun komitmen dan pertemanan sejati.

Kedua, untuk membangun pertemanan  sejati, kita harus membangunnya (Amsal 27:5-6).

Tiga aturan untuk menjadi orang yang konstruktif adalah 1) berikan pujian di muka umum, berikan koreksi secara empat mata, 2) jangan hakimi temanmu, selalu bicara dengan penuh kasih, 3) waktu Saudara mengoreksi mereka, selalu dasarkan pada kebenaran yang bersumber pada Firman Tuhan. Teman sejati memberitahukan kebenaran walaupun mungkin kebenaran itu menyakitkan.

Ketiga, untuk membangun pertemanan sejati, kita harus bisa jaga rahasia (Amsal 16:28).

Pertemanan dibangun berdasarkan kepercayaan, Sekali kepercayaan hilang, sulit untuk memulihkannya. Jangan menghancurkan kepercayaan dengan menggosipkan apa yang diceritakan secara rahasia kepada Saudara. 

                                                                                                                                  

Keempat, untuk membangun pertemanan sejati, kita harus perhatian.

Amsal 27:9 (BIS) Perlu waktu dan usaha untuk memberikan perhatian. Orang biasanya tidak peduli seberapa banyak pengetahuan kita sampai mereka tahu seberapa besar perhatian kita. Yesus adalah seorang teman sejati karena Dia sangat perhatian pada orang-orang yang Dia temui bahkan rela mati bagi kita di kayu salib (Yohanes 15:13).

Kelima, untuk membangun pertemanan sejati, kita harus konsisten (Amsal 17:17).

Teman sejati bisa diandalkan setiap kali. Yesus selalu konsisten dengan orang miskin dan kaya, benar dan pendosa, lemah dan kuat. Orang Kristen yang paling efektif bersaksi adalah orang Kristen yang menjadi teman sejati. Alasan utama orang ke gereja adalah karena ada teman atau keluarga mereka yang mengundang mereka.