Tuhan Sang PenciptaDua kali dalam Wahyu pasal pertama, Tuhan memanggil diri-Nya sendiri, “Dia...yang sudah” (Wahyu 1:4,5). “Tuhan yang sudah” adalah bagaimana cara setengah dari dunia berpikir tentang Dia: Dialah yang menciptakan langit dan bumi...dan tidak melakukan banyak hal sejak itu. Berdasar pada gagasan itu, orang bisa juga percaya kepada Firaun Tutankhamun. Mungkinkah seorang Tuhan yang memiliki imajinasi kreatif semacam itu berdiam diri menjadi Tuhan yang lampau, masa lalu, duduk di surga dengan tangan-tangan-Nya dilipat di pangkuan-Nya? Dia mengisi langit yang kosong dengan keindahan yang tak tertandingi ... dan kemudian pergi tidur? Jika kita tidak melihat lebih jauh daripada hal itu, kita tidaklah cerdas. Bisakah kita membangun sebuah rumah dan mengabaikannya? Mungkinkah Tuhan mengabaikan alam semesta milik-Nya sendiri?
 
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Terus? Jadi pertanyaannya secara normal adalah, “Mengapa Tuhan harus melakukan hal itu?” Dia tidak mengerjakannya untuk menyenangkan seseorang  – tidak ada orang lain, hanya Dia sendiri! Dia menyenangkan diri-Nya sendiri saat Dia melakukannya. Dia tidak terpaksa untuk melakukannya. Dia tidak tertekan. Apa yang seseorang lakukan karena mereka ingin melakukannya, menunjukkan siapa sebenarnya mereka. Jika saya duduk dalam kamar saya, menutup pintu, dan bermain organ, itu untuk kesenangan saya sendiri. Ini akan memberitahukan kepada orang-orang bahwa itulah saya, karena saya menyukai musik. Saya akan melakukannya. Tuhan membawa bintang-bintang berkilauan dan planet-planet itu menjadi nyata karena itulah yang Dia ingin lakukan. “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mazmur 19:2). Jadi terciptalah Mazmur 19, dan penulisnya sangat bersemangat. Tetapi itu adalah aurora Tuhan – bukan kemegahan dari alam semesta – sehingga dia sangat bersemangat untuk hal itu. Dia teralihkan dari ciptaan oleh Sang Pencipta!
 
Ilmu pengetahuan modern berusaha membedah segalanya, seperti membongkar sebuah biola untuk melihat  komponen mana yang menghasilkan suara. Saya membayangkan Tuhan berdiri, termenung, melihat kita seperti anak-anak yang sedang membuka hadiah  Natal mereka, sementara Dia sedang menunggu untuk mengasihi kita. Tetapi, para ayah sering kali dilupakan demi mainan Natal! Tuhan menarik selembar kertas kosong di meja-Nya, berpikir, kemudian merencanakan semuanya yang kita lihat di sekeliling kita. Semuanya terbentuk dari keagungan-Nya sendiri – tentu saja Dia sendiri pastilah benar-benar, kekal memesona! Dan inilah Tuhan yang mengasihi Anda!
 
Api hari ini!
Tidak ada, tapi tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita .
 
Diterjemahkan dari “Daily Fire Devotional by Reinhard Bonnke”.Digunakan dengan Ijin.Hak Cipta dilindungi dengan Undang-undang