KITA ADALAH IMAM TUHAN YANG MAHATINGGIWahyu 1:6
dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
 
Dalam Perjanjian baru, orang-orang percaya adalah imam. Posisi kita sebagai imam ini terjadi waktu kita lahir baru. Hak Istimewa seorang Imam adalah AKSES kepada Tuhan. Tetapi kita perlu ingat juga bahwa JABATAN atau POSISI imam itu DIDASARKAN pada PERSEMBAHAN.
 
Dalam Perjanjian Baru kita tidak mempersembahkan lembu, domba atau tekukur, tetapi :
 
1. Mempersembahkan TUBUH - Roma 12:1 …supaya kamu mempersembahkan tubuhmu … itu adalah ibadahmu yang sejati.
2. Mempersembahkan PUJIAN - Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
3. Mempersembahkan SUBSTANSI – Persepuluhan & persembahan. Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan…
4. Mempersembahkan PELAYANAN - 1 Petrus 4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
 
Pemahaman bahwa kita adalah seorang imam akan mengubah paradigma kita tentang mengapa kita ke gereja, karena :
 
IMAM tidak datang untuk MENDAPATKAN,
mereka datang untuk MEMBERI.
Dan waktu mereka MEMBERI, mereka MENERIMA
 
Dalam Perjanjian Lama, kalau korban seorang imam diterima oleh Tuhan, maka Tuhan akan menunjukkan kemuliaan shekinah  kepada imam tsb. Biarlah hal tsb yang terjadi dalam ibadah-ibadah kita di gereja. Amin.